menu melayang

Kamis, 06 Mei 2021

Exponential Moving Average

Seperti yang kami katakan dalam pelajaran sebelumnya, simple moving average dapat terdistorsi oleh lonjakan harga. Kita akan mulai dengan contoh. Katakanlah kita plot SMA 5-periode pada daily chart EUR / USD.



Harga penutupan selama 5 hari terakhir adalah sebagai berikut:
Hari1 :1,3172
Hari2 :1,3231
Hari3 :1,3164
Hari4 :1,3186
Hari5 :1,3293
kalkulasinya sebagai berikut:

(1.3172 + 1.3231 + 1.3164 + 1.3186 + 1.3293) / 5 = 1.3209 mudah kan?

Bagaimana kalau hari kedua ada berita yang keluar yang mengakibatkan euro terjun bebas. hal ini mengakibatkan EUR/USD terjun ke harga 1.3000. mari kita lihat apa yang terjadi dengan SMA periode 5.
Day1 :1.3172
Day2 :1.3000
Day3 :1.3164
Day4 :1.3186
Day5 :1.3293
Moving Average akan dihitung seperti berikut :

(1.3172 + 1.3000 + 1.3164 + 1.3186 + 1.3293) / 5 = 1.3194
Hasil dari perhitungan akan mengakibatkan perhitungan yang sangat rendah. Padahal hal tersebut hanya terjadi karena adanya berita yang keluar. Yang ingin kami sampaikan adalah bahwa terkadang simple moving average mungkin terlalu sederhana. Kalau saja ada cara yang Anda bisa menyaring spike lonjakan harga tersebut sehingga Anda tidak akan mendapatkan sinyal yang salah. Disini Kita akan memberi solusi yang disebut Exponential Moving Average.

Exponential Moving Average (EMA) memberikan berat untuk periode paling baru. Dalam contoh di atas, EMA akan menempatkan berat pada harga hari-hari paling baru, yang berarti hari 3, 4, dan 5. Ini akan berarti bahwa lonjakan pada Hari 2 akan menjadi nilai lebih rendah dan tidak akan besar pengaruhnya terhadap moving average. Mari kita lihat di grafik 4 jam pada USD / JPY untuk menyoroti bagaimana sebuah SMA dan EMA akan terlihat berdampingan pada grafik.



Perhatikan bagaimana garis merah (30 EMA). Tampak harga lebih dekat dengan garis biru (30 SMA). Ini berarti bahwa lebih akurat menggunakan SMA. Anda mungkin bisa menebak mengapa hal ini terjadi. Itu karena EMA lebih menekankan pada apa yang telah terjadi belakangan ini. Ketika trading, jauh lebih penting untuk melihat apa yang terjadi SEKARANG bukan apa yangtelah terjadi minggu lalu atau bulan lalu.

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Arsip Blog